Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, memiliki catatan sejarah perjuangan yang penting pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dataran tertinggi di Kabupaten Pemalang yang juga merupakan kaki Gunung Slamet ini menjadi saksi keteladanan para pejuang, gerilyawan, serta masyarakat dalam melawan agresi militer Belanda.

Untuk mengenang perjuangan rakyat dan pemuda pulosari pada masa agresi militer belanda, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Pemalang, merencanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2026 ini, dilaksanakan di Dukuh Waryan perbatasan Desa Karangsari dan Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari. Lokasi di mana pada tanggal 8 Januari 1949 yang silam, terjadi pertempuran sengit satu hari penuh, antara Pasukan Divisi Siliwangi yang dibantu Pemuda seluruh Wilayah Kecamatan Pulosari yang terhimpun dalam ‘Gerakan Pemuda Indonesia’ (Gerpindo) melawan Tentara Belanda.

Dalam rangka persiapan lokasi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2026, Forum Pimpinan Kecamatan Pulosari (Forpimcam) yang dihadiri langsung oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si., Danramil Pulosari, Kapten Arh Irwan Sofiatudin serta diikuti oleh beberapa anggota Polsek Pulosari, bersama dengan Ketua DHC 45 Kabupaten Pemalan H. Luruh Sayono, SH. dan Pengurus DHR 45 Kecamatan Pulosari, melaksanakan kegiatan karya bakti di sekitar lingkungan Lapangan Desa Jurangmangu dan Monumen Perjuangan. Ikut menyukseskan kegiatan tersebut, Kepala Desa Karangsari dan Kepala Desa Jurangmangu yang juga menerjunkan seluruh perangkat desa, Ibu-ibu PKK serta beberapa pemuda dan siswa SLTP di Lingkungan Desa Karangsari dan Jurangmangu.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mulai dari hari kamis sampai dengan jumat, 5 – 6 November 2026. Kegiatan karya bakti meliputi pembersihan material di area jalan masuk Komplek Monumen dan lapangan, pemotongan rumput, pembersihan area dan pengecatan lingkungan monumen serta perataan jalan masuk area lapangan dan pemotongan rumput sekitar Lapangan Desa Jurangmangu. Pada kesempatan tersebut, rombongan juga melaksanakan kegiatan ziarah di makam pahlawan yang rencananya akan menerima simbolis pemancangan bambu runcing merah putih.

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah, organisasi masyarakat, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi antara semua unsur diharapkan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2026, dapat berjalan lancar dan khidmat. Semangat kebersamaan dalam karya bakti ini juga mencerminkan nilai kepahlawanan: rela berkontribusi, peduli terhadap lingkungan, dan mengutamakan kepentingan bersama.