PULOSARI – Hujan lebat pada Minggu 1 November 2026 di Wilayah Kecamatan Pulosari, memberikan ujian awal bagi warga Kecamatan Pulosari dalam persiapan menghadapi musim hujan yang diprediksi puncaknya pada Januari 2027 mendatang. Selain memberikan penghidupan dengan mulai suburnya ladang bagi mayoritas warga Kecamatan Pulosari yang sekitar 5 bulan terakhir telah dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih, hujan lebat pada awal bulan November ini juga membawa sampah ranting-ranting yang kemudian menutupi beberapa aliran sungai.
Salah satu titik lokasi adalah di Jembatan Aramco Aliran Sungai Kali Comal yang menghubungkan antara Desa Penakir dengan Desa Pulosari. Tumpukan sampah dan ranting-ranting kecil menyangkut di gorong-gorong jembatan aramco sehingga mengakibatkan air tidak dapat mengalir dengan baik. Jika tidak segera dibersihkan, apabila terjadi hujan lebat dan aliran air makin tinggi, dapat mengakibatkan luapan air ke jalan dan pemukiman.
Untuk melakukan langkah antisipasi terjadinya luapan air / banjir, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pada Senin Pagi tanggal 2 November 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Pulosari melakukan kegiatan karya bakti pembersihan tumpukan sampah di beberapa aliran sungai wilayah Kecamatan Pulosari.
Kegiatan tersebut dimotori oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si., dan Danramil Pulosari, Kapten Arh Irwan Sofiatudin serta diikuti oleh beberapa anggota Polsek Pulosari, Kepala dan segenap Perangkat Desa Pulosari dan Penakir, Tim Rescue Wilayah Pulosari dan warga masyarakat sekitar yang bersama-sama gotong royong membersihkan sampah dan material yang tersangkut di bawah jembatan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti nyata sinergitas antara Forpimcam, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran aliran sungai dan mengurangi risiko banjir serta menjaga kelestarian lingkungan, terutama saat hujan lebat di daerah pegunungan. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, karena dapat menimbulkan penyumbatan aliran air dan memicu bencana banjir.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan melalui karya bakti ini, aliran Sungai dapat kembali lancar serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehat dan peduli terhadap alam.